Pengalaman ini terjadi saat saya menjadi seorang guru
bimbingan konseling di salah satu SMK di Kabupaten Cirebon. Saat itu
segerombolan siswa dari Jurusan Farmasi datang mengampiri ruangan saya. Entah
mulai darimana, tiba-tiba ada seorang anak yang bertanya kepada saya.
“ Pak, Belajar itu penting atau nggak sih?” Tanya si Siswa
“ Kalau kata orang tua dan bapak Belajar itu penting” Jawab Saya
“Tapi Pak” Sahut si Siswa
“ Tapi kenapa?” Tanya Saya
“ Aku setiap hari belajar, tapi kok setiap ulangan nilainnya
selalu pas-pasan” Jawab si Siswa
“ Mungkin cara belajar Kamu yang salah” ucap Saya
“ Kalau begitu menurut kamu penting tidak belajar itu?” Lanjut
Saya
“ Gak Tau Pak” Jawab si Siswa
“ Mau tau jawabannya?” Tanya Saya
“Iya Pak” Jawab si Siswa tersebut.
“ Coba setiap akan diadakan ulangan atau ujian kamu tidak
usah belajar. Nanti dilihat apakah nilai kamu itu besar atau kecil. Kalau
nilainya besar berarti belajar itu tidak penting, tapi kalau nilai kamu kecil
berarti belajar itu penting. Tapi perlu diingat ketika nilai kecil dan mesti
remedial atau tidak naik kelas, Saya tidak akan bertanggung jawab” Jawab Saya
“Ah, nggak ah” lanjut si Siswa
“ Kenapa?” Tanya Saya
“ Takut remedial atau nggak naik kelas Pak” Jawab Si Siswa
Terkadang kita tidak pernah mendengarkan atau merasa ragu
atas nasihat yang baik. Padahal nasihat tersebut datang dari seseorang yang
telah mengalami hal tersebut. Apakah kita mesti mengalami sesuatu hal terlebih
dahulu baru kita menyakini dan mempercayai?
Mempercayai dan menyakini sesuatu hal dengan harus mengalami
sesuatu tersebut terlebih dahulu memang ada betulnya juga, namun seberapa
banyak waktu kita untuk mengalami trial
and error untuk membuktikan satu kesimpulan yang jelas-jelas itu sudah
terbukti benar dan telah dibuktikan oleh banyak orang.
No comments:
Post a Comment